Lpkrinews.id, Gorut – Penantian panjang masyarakat Pulau Dudepo akhirnya berakhir. Setelah hampir 38 tahun sejak desa tersebut berdiri pada 1988, warga kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh dari PT PLN (Persero).
Penyalaan listrik perdana yang dilakukan pada Senin (3/8/2026) menjadi hadiah istimewa menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus menorehkan sejarah baru bagi sektor kelistrikan di Gorontalo.
Dengan beroperasinya jaringan listrik di Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Gorontalo resmi mencapai 100 persen, sehingga seluruh desa di provinsi tersebut kini telah menikmati akses listrik.
Keberhasilan itu bukanlah proses yang mudah. Pulau Dudepo yang terpisah oleh lautan membuat pembangunan jaringan listrik menghadapi tantangan geografis dan teknis yang cukup besar.
Untuk menghadirkan listrik hingga ke pulau terluar tersebut, PLN membangun Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kilometer sirkuit yang menghubungkan sistem kelistrikan dari Desa Ilangata menuju Pulau Dudepo.
General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan proyek tersebut menjadi pembangunan kabel listrik bawah laut 20 kV pertama di Pulau Sulawesi.
“Pembangunan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah 20 kV sepanjang 1,95 kilometer menuju Pulau Dudepo menjadi tonggak sejarah penting bagi PLN. Menjelang HUT RI ke-81, kami ingin memastikan semangat kemerdekaan dirasakan masyarakat melalui hadirnya kemerdekaan energi,” ujar Usman Bangun.
Ia menjelaskan proses pembangunan dilakukan dengan tingkat presisi tinggi karena harus menghadapi arus laut, gelombang, serta cuaca yang berubah-ubah.
Selain membangun kabel bawah laut, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 39,68 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 9,958 kilometer, serta tujuh gardu distribusi berkapasitas total 400 kVA.
Infrastruktur tersebut kini melayani 395 kepala keluarga atau sekitar 1.285 jiwa yang tinggal di enam dusun di Desa Dudepo.
Usman meyakini hadirnya listrik akan membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan aktivitas ekonomi, sektor perikanan, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang menyebut perjuangan PLN membangun jaringan listrik hingga melintasi laut sebagai pekerjaan luar biasa.
Ia mengajak masyarakat menjaga infrastruktur kelistrikan dan memanfaatkan listrik secara aman serta bijaksana demi mendorong kemajuan desa.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Rusli Habibie, menyebut penyalaan listrik di Pulau Dudepo sebagai hadiah kemerdekaan paling berharga bagi masyarakat Gorontalo.
Menurutnya, 3 Agustus 2026 akan dikenang sebagai hari bersejarah ketika masyarakat Pulau Dudepo akhirnya menikmati terang listrik secara penuh setelah puluhan tahun menunggu.
Keberhasilan elektrifikasi tersebut menjadi bukti komitmen PLN menghadirkan energi yang merata hingga wilayah kepulauan dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari pembangunan nasional.
