Lpkrinews.id, Mitra – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat peran strategisnya dalam menjaga stabilitas daerah.
Hal ini ditunjukkan melalui pertemuan FKDM Sulut dengan Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, yang berlangsung di kediaman Bupati, Selasa (5/5/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKDM Sulut, Stefanus Stefi Sumampouw, sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Stefanus menjelaskan bahwa FKDM merupakan organisasi yang dibentuk pemerintah daerah sebagai instrumen deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik sosial maupun gangguan kamtibmas.
“FKDM berfungsi sebagai mata dan telinga pemerintah dalam membaca dinamika di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini, kita bisa mencegah konflik berkembang lebih besar,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas FKDM secara efektif.
“Kami sangat mengapresiasi Bupati Minahasa Tenggara yang telah menerima kami dengan baik dan membuka ruang kemitraan. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas daerah,” tambahnya.
FKDM Sulut sendiri telah dikukuhkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, pada Maret 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem kewaspadaan dini di daerah.
Dalam perannya, FKDM tidak hanya mengumpulkan informasi dari masyarakat, tetapi juga menyaring dan menganalisis isu-isu yang berkembang di akar rumput. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi konflik sosial, penyebaran hoaks, hingga gangguan keamanan lainnya.
Dengan peran strategis tersebut, FKDM diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah Sulawesi Utara.











