PLN UP3 Tahuna Tingkatkan Budaya Peduli Lingkungan melalui Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik

Lpkrinews.id, TAHUNA – PLN UP3 Tahuna mendorong budaya peduli lingkungan melalui Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik, Senin (11/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), dan petugas keamanan PLN UP3 Tahuna.

Sosialisasi menghadirkan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementan RI, Anderson Sandil, SST, serta Trainer Eco Enzyme Nusantara, Celline Army Sandil.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat sekaligus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengapresiasi inisiatif PLN UP3 Tahuna dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan.

Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan harus dimulai dari unit kerja dan dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik hijau, tetapi juga lewat budaya insan PLN yang sadar lingkungan,” ujar Usman.

Ia berharap edukasi pengolahan sampah tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh pegawai dan menjadi bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions.

Manager PLN UP3 Tahuna, Eko Yuwono, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari operasional perusahaan.

“Keandalan listrik tidak hanya diukur dari kualitas pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga dari bagaimana PLN mampu menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Eko.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemilahan sampah rumah tangga, pembuatan kompos, hingga pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme.

Anderson Sandil menjelaskan bahwa sampah organik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila dipilah dan diolah dengan tepat.

“Sebagian besar sampah rumah tangga adalah sampah organik yang bernilai guna tinggi jika diolah menjadi kompos atau eco enzyme,” jelas Anderson.

Menurutnya, pemilahan sampah secara konsisten dapat membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, PLN UP3 Tahuna menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan.

Upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *