Lpkrinews.id, Manado – Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan setelah Ketua DPC Manado, Maikel Pusung, resmi diberhentikan dari jabatannya.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh Ketua DPD LPK RI Sulut, Stefanus Sumampouw, dalam konferensi pers di Manado.
Pusung diberhentikan dengan tidak hormat lantaran dinilai memiliki perbedaan visi dan langkah organisasi dengan pimpinan provinsi.
Sumampouw menegaskan keputusan tersebut diambil demi menjaga marwah organisasi serta konsistensi perjuangan LPK RI dalam melindungi hak-hak konsumen.
“Sebagai pimpinan, saya memiliki hak prerogatif dalam mengambil keputusan strategis. Jika seorang ketua di tingkat kabupaten/kota sudah tidak sejalan dengan garis organisasi, maka demi kepentingan bersama harus diambil langkah tegas,” ujar Sumampouw di hadapan awak media.
Ia menekankan, DPD LPK RI Sulut tidak akan mentolerir sikap maupun tindakan pengurus yang berlawanan dengan kebijakan organisasi.
Menurutnya, kepemimpinan di tubuh LPK RI harus solid dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.
Keputusan tersebut menuai beragam tanggapan di internal. Ada yang mendukung langkah tegas DPD, namun sebagian pihak menyayangkan pemberhentian itu.
Meski begitu, Sumampouw menegaskan keputusan sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.
Saat ini, DPD belum menunjuk pengganti tetap Ketua DPC Manado.
Untuk sementara, tugas kepemimpinan akan dijalankan oleh pelaksana harian yang ditunjuk langsung oleh DPD.
Sumampouw berharap momentum ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengurus agar tetap konsisten pada visi-misi organisasi.
“LPK RI hadir untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Siapapun yang tidak sejalan, tentu tidak bisa dipertahankan,” tegasnya.
Dengan langkah ini, DPD LPK RI Sulut berkomitmen memperkuat konsolidasi di semua tingkatan agar program kerja tetap berjalan maksimal.
Publik pun diharapkan terus mendukung agar lembaga ini tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak konsumen di Sulawesi Utara.






